Dinding


Ini mungkin bisa dikategorikan meracau. Dinding itu bernama syariat, pembatas sebelum benar-benar terikat dalam mitsqon ghaliza. Waktu-waktu rawan seperti menjelang lulus kuliah. Pertanyaan tentang kapan dan dengan siapa akan menikah? Kawan sudah banyak yang menikah, bahkan sudah dianugerah jundi-jundi kecil. Sebenarnya masih biasa aja, tapi orang tua yang khawatir dengan anak gadisnya. Dan ini menyadarkan saya, bahwa sudah saatnya dan harus mempersiapkan.

”Kapan wisuda? Harus ada targetan, termasuk kapan berkeluarga?” kata ayah saya. ”ya, doakan saja semuanya lancar dan tahun 201x menikah” jawab sekenanya ”lha terus sama siapa nikahnya?kayaknya belum pernah ada yang dikenalin” lanjut ayah ”nanti kalau udah mau nikah baru dikenalin…he *nyengir kuda” saya memang sangat menjaga ini. banyak yang komen sama prinsip saya ini, ada yang bilang pencitraan lah, munafiklah. apalah terserah,kagak peduli. Pertanyaan kapan dan siapa itu suatu saat akan terjawab. Tapi ada pertanyaan yang ga kalah pentingnya buat dijawab : bagaimana? Karena pertanyaan bagaimana, ga sesingkat menjawab kapan dan siapa. Contoh pertanyaan : ”Kapan?” Bisa aja dijawab ”201x” ”Siapa?” jawabannya juga singkat, misal ”#^%$&^(&” Bagaimana menikah? itu proses yang justru akan menjawab pertanyaan kapan dan siapa. Pernikahan itu sakral, seumur hidup sekali (kalau perempuan kan ga mungkin poliandri,he) dan hanya nafas ini yang memisahkan. Semoga bisa mewujudkan pernikahan yang Lillah, Billah, dan Ilallah.

Tidak sekedar bersatu tapi juga membangun diri,keluarga dan masyarakat

Ingat muratib amal, setelah menjadi pribadi yang baik maka tangga berikutnya adalah membangun keluarga islami.Tetap kalem meski banyak kompor untuk urusan yang satu ini. Tiap kita sudah punya takdir masing-masing,tinggal bagaimana kita menjemput takdir itu. Kalau kita berkualitas di sisi Allah maka insya Allah akan datang seseorang yang berkualitas juga,insya Allah. “Jangan pernah bermimpi mencari pasangan yang ideal, tapi carilah pasangan yang tepat. Kita tidak sedang berpikir mencari istri atau suami unggul. Carilah pasangan yang tepat dengan bingkai kita, dengan kepribadian kita. Sebab ternyata tidak semua orang cerdas membutuhkan orang cerdas lain, tidak semua orang gagah membutuhkan wanita cantik.” Ini sms yang akhirnya saya bikin notes ini , ambigu sih tentang apa ,he :

Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.aamiin.

Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s