Facebook Untuk Dakwah,ok?!


Media massa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat luas. Menurut Cangara (2003:134), media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian  media massa sendiri adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber ke khalayak (penerima) dengan mengunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan televisi .  Seiring dengan perkembangan tekonologi informasi, munculah internet sebagai media massa. Social media seperti facebook (FB), twitter, multiply dan lainnya semakin berkembang luas dalam menyebarkan informasi.

Gerakan-gerakan simpatik lahir justru dari dunia maya. Seperti kasus Ibu Prita, muncullah gerakan Koin untuk Prita.

Salah satu akun social media yang banyak digunakan adalah facebook. .Facebook diciptakan oleh seorang pemuda bernama Mark Zuckerberg, seorang Yahudi.  Wall (dinding) adalah tempat dimana para pengguna FB memposting status, video atau foto.  Sadar  atau tidak, cara ibadah Yahudi adalah dengan meratapi dinding. Secara tidak langsung, kita mengikuti cara ibadah mereka, ketika kita memposting uneg-uneg, doa, atau curhatan lainnya. Astagfirullah.

Sungguh , kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan seandainya mereka masuk lubang dhabb pun, niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya. Kami bertanya ”Wahai Rasulullah, apakah mereka yang dimaksudkan itu Yahudi dan Nasrani?” beliau menjawab siapa lagi kalau bukan mereka?(Al Hadist)

Dalam konteks dakwah, komunikator adalah para da’inya, khalayak adalah siapapun yang akan menjadi objek dakwahnya dan seluruh alat-alat komunikasi dan social media adalah media dakwahnya. Saat ini semua media digunakan untuk menyerang pemikiran masyarakat (ghazwul fikr) dan yang menyedihkan masyarakat sudah terhegemoni. Demam Korean Pop melanda bahkan ada salah satu stasiun televise yang bisa dikatakan sebagai Televisi Korea Indonesia, karena banyak menayangkan music dan film korea. Mungkin kita yang berpendidikan, bisa mengambil sisi positifnya, misalnya mencontoh budaya etos kerja warga Korea atau bisa menumbuhkan keinginan untuk belajar bahasa Korea. Tapi lebih banyak yang menelan mentah-mentah apa yang ada disana, cara berpakaian, gaya hidup dan sebagainya. Belum lagi virus gombal menyebar, bahkan ada kompetisi gombal di salah satu stasiun televise dan banyak lagi. Astagfirullah.

Ketika banyak media menyebarkan virus-virus ketidakbaikan, seperti hadist di atas yang menyebabkan kita semakin jauh mengikuti mereka (yahudi dan nasrani). Lalu mengapa kita tidak menyebarkan virus-virus kebaikan? Fasilitas dan kemajuan teknologi yang sekarang, baiknya kita gunakan sebesar-besarnya untuk kebermasalhatan umat. Manfaatkan juga untuk mengkampanyekan save Palestine atau boycott Israel. Musuh-musuh Islam semakin gencar menanam pemahamannya, untuk menjauhkan umat ini dari fitrah islamnya melalui berbagai cara, termasuk di FB. Social media termasuk FB dan kemajuan teknologi lainnya merupakan tantangan baru. Tiap zaman pasti akan ada tantangannya dan kita harus merubah tantangan itu menjadi peluang! So, jadikan facebook untuk dakwah,ok?!

Imam Syahid Hasan Al Banna dalam Risalah Dakwatuna mengatakan para penyeru berbagai isme hari ini berbeda dengan masa-masa sebelum ini. Mereka kini tampil lebih intelek, lebih professional, berbakat dan terlatih. Ada satu kelompok tenaga terlatih yang khusus mengkampanyekan satu isme dengan menjelaskan yang  samar, menunjukan kelebihan-kelebihan serta membuat sarana-sarana penyebaran dan teknik-teknik promosi mutakhir, sehingga dapat memudahkan manusia untuk memahami dan menyakininya…Oleh karena itu, wajib bagi para pengemban misi dakwah ini (para murabbi) untuk juga menguasai semua sarana-sarana dan prasarana tersebut agar dakwah mereka membuahkan hasil yang memuaskan 

(Pilar-Pilar Kebangkitan Umat-Prof. Dr. Abdul Hamid Al-Ghazali)

Inspired by :

Al Ghazali, Abdul Hamid. 2009. Pilar-Pilar kebangkitan Umat. Jakarta: Al I’tishom

Cangara, Hafied. 2003. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : Rajawali Pers

Forum Diskusi Kader KAMMI Pwt (FDKKP)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s