JOKE (JOKOWI/FOKE) FOR JAKARTA ?!


Hajatan perpolitikan terbesar di ibukota negara ini masih terus berlangsung hingga sekarang. Berbeda dengan pilkada jakarta tahun 2007 yang hanya dua pasangan calon, sehingga lebih hemat waktu dan biaya. Pilkada Jakarta 2012, menghadirkan enam pasangan calon. Mereka dari berbagai macam latar belakang yang berbeda. Semakin banyak pilihan untuk warga Jakarta. Moga makin mendewasakan dan mencerdaskan sense of political warga Jakarta. Enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu :

1. Faisal Basri dan Biem Benyamin pasangan calon dari jalur independen.
2. Alex Nurdin dan Nono Sampono pasangan calon dari Golkar, PPP, dan PDS
3. Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini pasangan calon dari PKS dan PAN
4. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama pasangan calon dari PDIP dan GERINDRA
5. Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli pasangan calon dari Partai Demokrat
6. Hendardji Supandji dan Achmad Riza Patria pasangan calon dari jalur independen

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta telah berlangsung 10 Juli 2012 lalu, tapi karena ada  Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 yang berbunyi bahwa pilkada dua putaran harus digelar jika tidak ada calon yang mendapatkan suara 50 persen plus satu. Maka pilkada Jakarta akan diadakan putaran kedua.Berikut hasil Pilkada Jakarta putaran satu : http://www.republika.co.id/berita/menuju-jakarta-1/news/12/07/19/m7ev7i-ini-hasil-resmi-jumlah-suara-pilkada-dki-putaran-satu

1. Jokowi-Ahok = 1.847.157 suara

2. Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli = 1.476.648 suara.

3. Hidayat Nur Wahid-Didik Junaedi Rachbini = 508.113 suara.

4. Faisal Basri dan Biem Benyamin  = 215.935 suara.

5. Alex Noerdin-Nono Sampono = 202.643 suara

6. Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria = 85.990 suara

Total jumlah suara sah seluruh pasangan calon, 4.336.486 pemilih.

Jadilah Jokowi-ahok dan Fauzi Bowo (Foke)-Nara akan maju ke putaran pilkada kedua.

Jokowi-ahok merupakan dua orang dari luar daerah Jakarta. Jokowi saat ini menjabat sebagai Walikota Solo sedangkan Ahok (Basuki) Bupati Belitong Timur. Foke adalah Gubernur Jakarta incumbent saat ini, Nara merupakan purnawirawan militer.

“Jakarta kota yang menarik, sampai para kandidat aja pada merantau juga ke Jakarta” – Foke itu asli Betawi

“Kapasitas harus diutamakan, dalam memimpin kota Jakarta. siapa pun orangnya darimana pun asalnya” – Jokowi itu masuk nominasi 25 Wali Kota Terbaik Dunia versi City Mayors Foundation.

Entah kebetulan atau tidak, di kedua kota tempat asal para kandidat gubernur sedang terjadi teror. Di Solo, kota asal Jokowi, ditemukan  bahan sejenis peledak. Parade kebakaran terjadi di Jakarta. Hampir tiap hari ada berita di media massa tentang kebakaran di Jakarta.

KPUD perlu kerja keras dengan adanya musibah ini, bagaimana nasib warga Jakarta yang kartu identitasnya ikut lenyap bersama kobaran api?

Isu SARA pun ada, Kasus ini bermula dari ceramah tarawih yang disampaikan Rhoma di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, 29 Juli 2012 lalu. Dalam ceramah yang dihadiri pula calon inkumben Fauzi Bowo itu, Rhoma mengajak jamaah masjid tak memilih Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja (Ahok) karena ras dan agama Basuki, serta agama orang tua Jokowi. Dia juga melakukan kampanye terselubung sekaligus memojokkan pasangan calon lain, Jokowi-Ahok, dengan isu SARA.

Rhoma Irama dinyatakan panwaslu bebas. Menurut saya, tugas seorang mubaligh  memang menyampaikan. Salah satu ayat Al Quran yang berkaitan dengan memilih pemimpin non muslim ini terdapat pada surat Al Maidah : 51 yang berbunyi Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu).

Kalau ada yang bilang : milih pemimpin yang seiman apa yang korupsi?

Ini mah pertanyaan menjebak. Negara Indonesia itu negara yang mayoritas muslim. bukan berarti semua yang beragama Islam itu korupsi. Amerika atau di China, juga ada korupsi, tapi mereka bukan muslim kan?

Rentetan peristiwa yang terjadi, seakan-akan memojokan kubu Jokowi-ahok. Strategi politik Bollywood pun digunakan. artinya politik belas kasihan. Banyak dizhalimi akan makin menarik simpati dan dipilih. Tapi tentu kita masih ingat dengan kata-kata Ahok “Kita tidak boleh taat pada ayat suci. Kita taat pada ayatayat konstitusi,”

Banyak yang bilang politik itu kotor, penuh dengan intrik. Aktivis mahasiswa ternama, Gie pun mengatakan “politik itu t** kucing”. Tapi yang jelas politik itu adlah sebuah sistem. Layaknya sistem pencernaan dalam tubuh kita, maka fungsinya saling berkaitan. Jika yang satu tidak berfungsi dengan baik, akan berimbas lah proses pencernaan itu. Politik akan mempengaruhi ekonomi, sosial, budaya, pendidikan akan terasa ketika ada suatu kebijakan diambil. Kebijakan itu lahir dari para pimpinan kita.

Jokowi atau Foke sudah punya market pemilih masing-masing. Tim sukses pun sudah bekerja keras. Sepakat bahwa yang lebih diunggulkan juga visi dan misi kedua pasangan calon. Semoga hal-hal yang kurang baik yang ada pada proses pilkada ini, hanyalah oknum. Warga Jakarta yakin makin cerdas, pilihlah yang sesuai dengan hati nurani. Percayalah pada ayat-ayat kitab suci, karena Tuhan Maha Tahu Segalanya.

“Orang Muslim di Jakarta, InsyaAllah bisa menjadi taqwa, apakah yang memimpin Jakarta adalah Foke-Nara atau Jokowi-Ahok. Akan tetapi, tentu saja, jika pemimpinnya Muslim dan taqwa, mereka akan mendorong rakyatnya untuk menjadi taqwa. Jika pemimpin zalim dan kafir, tidak mungkin mereka akan menuntun rakyat ke arah jalan taqwa. Ironis sekali, dalam banyak acara Pilkadal (pilihan kepada daerah langsung) isu iman dan taqwa ini tidak dipentingkan. Hanya soal perut (ekonomi) yang ditonjolkan.”
(Adian Husaini)

Satu suara sangat menentukan, dan kita ikut bertanggung jawab atas pilihan kita. Untuk Jakarta yang lebih baik, enjoy Jakarta! Wallahu’alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s