Manajemen Aksi Massa


Fikih Aksi Massa

Mass action is all of amount activities that is participating to many people by political target.

Secara umum, aksi adalah sebuah aktivitas social politik yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat umum dengan mengharap ridho Allah, sebagai bentuk penyikapan akan permasalahan social politik yang membebani masyarakat.

Dua dimensi :

  • Illahiah : terwujud dalam keikhlasan amal
  • Sosial : dilakukan secara langsung dan menyentuh permasalahan social

Bentuk-bentuk aksi :

·         bakti social

·         penggalangan dana dan penyaluran dana umat

·         pembinaan desa, anak jalanan

·         aksi turun ke jalan (demontrasi)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , demonstrasi adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara misal, baik protes itu ditujukan kepada seseorang maupun kelompok atau pemerintahan, biasa disebut “unjuk rasa”.

Demonstration is a public display of group feelings toward a person or cause (Britannica online)

Memang agak sulit untuk mencari padanan kata “aksi massa”  (mass action)  dalam Bahasa Arab. Akan tetapi, setidak-tidaknya pengertian aksi massa  meliputi tiga dimensi :

1.       Muasharah (solidarity action) yaitu aksi solidaritas atau keprihatinan  bersama.

2.       Mudzaharah (show of force) yaitu aksi yang tujuannya untuk kekuatan atau unjuk sikap.

3.       Mubadarah (show of emotion) yaitu aksi sebagai ekspresi dari gejolak emosi massa. Bias juga berupa mobilisasi umum atau apel akbar.

Demonstrasi sudah sejak ada sejak zaman Rasulullah SAW yang dikenal dengan muzhaharah, yang berasal dari kata dza-ha-ra yang artinya memperlihatkan , menunjukan atau memenangkan (Ash shaff:9) artinya agama Allah yang mulia ini bersifat terang, terbuka, jelas, dan untuk dimenangkan oleh para pengikutnya.

Dzo-ha-ro juga digunakan Rasulullah dalam menyampaikan hadist.

Akan senantiasa ada kelompok orang dari umatku yang dzohiriina’alalhaq (yang memperjuangkan kebenaran)  tidak mencelakakan mereka siapa-siapa yang mengganggu mereka dan musuh-musuh mereka sehingga datanglah hari kiamat, sedangkan mereka tetap keadaan demikian (HR. Bukhari Muslim)

Dalam Al Qur’an memang tidak secara gamblang memerintahkan untuk unjukrasa dalam bentuk turun ke jalan. Namun, qur’an memerintahan kita untuk menyampaikan atau memperjuangkan kebenaran dan mencegah kemungkaran. Memperjuangkan kebenaran hukumnya wajib secara syariat, penyampaian dalam bentuk demontrasi bersifat ibahah atau boleh.

Ada beberapa kejadian yang dilakukan Rasulullah SAW beserta para sahabatnya yang mirip dengan demonstrasi :

  1. Imam as-Suyuthi dalam Kitab Tarikh Al Khulafa’ halaman 114.

Sahabat berkumpul dan membentuk dua barisan. Dipimpin Umar ibn Khatab dan Hamzah bin Abdul Muththalib, mereka berjalan rapi menuju Ka’bah. Orang-orang kafir Quraisy terpana menyaksikannya.

  1. Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsir Ibn Katsir halaman 350.

Ketika turun perintah secara terang-terangan (Qs. Asy Syu’ara :214), beliau memanggil seluruh kerabat dan kabilah-kabilah di Makkah untuk berkumpul di Bukit Shafa. Setelah berkumpul beliau berorasi tentang agama yang dibawanya secara argumentative dan logis.

  1. Kitab Uyun al-Atsar halaman 185.

Pada waktu umrah qadha tahun tujuh hijriyyah, umrah yang sempat dilarang kaum Quraisy setahun sebelumnya. Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam agar terlihat gagah dan kuat untuk menepis anggapan kafir Makkah bahwa umat Islam di Madinah menjadi lemah karena penyakitan. Para sahabat berbaris rapi dan menampakkan kekuatannya (show of force).

Relevan atau tidaknya aksi massa di tengah kondisi bangsa yang carut maut ini. Tergantung sejauhmana pesan, tuntutan dan seruan kebenaran itu disampaikan.

Pengerahan massa akan menarik media massa untuk meliput dan menyiarkan kebenaran (tuntutan kita). Hal ini mengindikasikan pendapat kita tersampaikan secara massif dan luas di tengah masyarakat.ok!

Alat pengkonsolidasian massa untuk menekan kebijakan yang tidak pro rakyat. Penting!

Mudzaharah menjadi penting untuk menyampaikan sebuah tuntutan :

  1. sebagai ibadah dan jihad yang berpahala.
  2. dapat menggentarkan penguasa yang dzalim

Kisah Asma’binti Abu Bakar yang menentang Al Hajjaj.

  1. bentuk perlawanan terhadap kemungkaran
  2. mengkonsolidasikan kekuatan public dan memobilisasi mereka untuk menentang kedzoliman

6W+1 H dalam Aksi Massa

When?

Memilih waktu yang tepat untuk melaksanakan aksi massa mengacu pada isu dan wacana (by moment or used the moment). Momentum adalah variable yang penting dlam merencanakan aksi. Masih relevan atau tidak isu yang akan diangkat? Ourself made momentum or provided momentum?

Where?

Selain momentum, pemilihan tempat yang tepat, jeli dan kreatif juga sangat menentukan keberhasilan aksi. Kita harus tepat menentukan “center of people gravity”. Aksi statis atau aksi dinamis. Lokasi strategis atau bersejarah. Tentukan rute aksi, ketika ingin longmarch.

Who?

Stakeholder yang terlibat dalam aksi massa, yaitu peserta aksi, target aksi, polisi dan media massa.

What?

Isu. Isu yang bersifat local biasanya lebih marketable daripada isu nasional maupun international. Pilihan isu pun harus disesuaikan dengan komposisi peserta. Penonjolan isu disesuaikan dengan liputan media massa dan setting agenda.

Why?

Alasan yang kuat akan memotivasi peserta untuk terlibat penuh dan sanggup menanggung segala resiko yang akan dihadapi di lapangan. Sebaiknya proses sosialisasi (penyebaran ide) berkesinambungan seiring dengan proses pengerahan massa.

How ?

Jumlah massa dan intensitas aksi adalah variable yang sangat menentukan tercapainya tujuan aksi.

Wow !

Aksi digelar unik dan kreatif. Membuat media ingin meliput, mempunyai nilai berita.

Strategi dan Teknis Aksi Massa

Elemen aksi massa

  1. Kegiatan yang berangkai
  2. ada rancangan (terorganisir)
  3. peserta Aksi
    1. Leader
    2. Active participant
    3. Floating mass
    4. Infiltrant
  4. Magnitude (Kuantitatif dan kualitatif)

Pra Aksi

  1. Membuat press release
  2. mengumpulkan massa
  3. menghubungi media massa
  4. menghubungi pihak kepolisian untuk perizinan
  5. konsolidasi basis gerakan

untuk mempersiapkan perangkat aksi, scenario dan  pembagian peran. Perangkat aksi :

a)      korlap

b)     agitator

c)      orator

d)     humas

e)      satgas

f)       logistic

g)     dokumentator

h)     atribut aksi

 

Saat Aksi

Prinsipnya, the show must goes on!

Tindakan yang biasa dilakukan :

  1. membagikan pesan yang telah dibuat
  2. berorasi
  3. yel-yel dan menyanyikan lagu
  4. aksi teatrikal
  5. audiensi ke pihak yang dituju
  6. pembacaan press release

setiap elemen harus menjalankan perannya secara optimal. Komando penting. Korlap harus memantau jalannya aksi, segera menginstruksikan bila terjadi hal-hal di luar rencana. Peserta aksi harus taat dan tsiqoh pada komando korlap. Dalam aksi harus menjaga akhlaq islami : tidak ikhtilat, tidak melakukan anarkhisme, meontarkan kata-kata menghasut, menfitnah dan menghina.

Pasca aksi

Harus tetap menjaga akhlaq islami. Beberapa hal yang tetap dijaga adalah kebersihan tempat yang dilalui ataupun yang digunakan aksi. Jangan langsung membubarkan diri, tetapi menunggu instruksi korlap.  Adakan evaluasi dan koreksi. Tetaplah menjaga keikhlasan hati, teguhkan diri bahwa segalanya dilakukan untuk menegakakan syariat Allah SWT.

Inspired by :

1. Dauroh Marhalah I Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat Soedirman “Yang Muda Yang

. Memimpin, Yang Muda Yang Komitmen”, Agustus 2007

2. e-book Analisis Instan Problematika Dakwah Kampus – Ridwansyah Yusuf Ahmad

3. Sudarsono, Amin. 2010. Itjtihad : Membangun Basis Gerakan. Jakarta : Muda Cendikia

4. Takariawan,Cahyadi. 2003. Fikih Poltik Perempuan. Solo : Era Intermedia

 *disampaikan di Daurah Mar’atus Shalihah  3

Muslimah Centre UKKI Unsoed, 16 Juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s