Muhammad : Para Pengeja Hujan


 

Jangan lupa bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan Islam,dan akan tetap demikian hingga ia bisa bicara. Orang tua merekalah yang menjadikan mereka yang menjadikan mereka Yahudi, Nasrani, atau yang lain.

~ hlm 89

 

Kenangan, alangkah hal-hal paling sederhana sekalipun menjadi menakjubkan ketika dikenang dengan hati yang tenang

~hlm 91

 

Memahami kekuatan sendiri dan kemampuan musuh, bekal untuk berperang dengan kemungkinan besar menjadi pemenang. Tahu kekuatan sendiri tapi tak mengerti kekuatan musuh memangkas keunginan menang menjadi separuhnya.

~ Atusa, hlm 207

 

Jika kisahmu diulang seribu tahun setelah kepergianmu, maka mereka yang mencintaimu akan merasakan kehilangan yang sama dengan para sahabat yang menyaksikan hari terakhirmu, wahai Lelaki Yang Cintanya Tak Pernah Berakhir. Mereka membaca kisahmu, ikut tersenyum bersamamu, bersedih karena penderitaanmu, membuncah bangga oleh keberhasilanmu, dan berair mata ketika mendengar berita kepergianmu. Seolah engkau kemarin ada di sisi, dan esok tiada lagi.

~hlm 345

 

Menahan kebencian justru menghabiskan diri kita sendiri

~hl m 400

 

Tanyakan kepada dunia apa itu cinta? Jika bukan oleh bentang waktu yang panjang, genap dengan sukacita dan kegetiran, bagaimanakah caranya mengukur kedalaman cinta?

~hlm 418

 

Dalam sebuah perang, siapa sebenarnya yang jadi pemenang?

~hlm 498

 

Ingatlah ada orang yang membencimu, tapi ada juga yang menyukaimu. Begitulah terkadang orang benci kebenaran dan menyukai kejahatan.

~hlm 643

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s