MELEKMEDIA : JANGAN TELAN MENTAH-MENTAH ISI MEDIA!


Karena mempelajari media adalah cara yang paling baik untuk mengerti diri kita sendiri
(Ziauddin Sardar)

Sekedar Pembuka
Siapa di antara kita yang tiap harinya tidak mengkonsumsi dengan media massa? Adakah yang dalam sehari tidak menonton televisi, membaca surat kabar, mendengarkan radio atau berselancar di internet? Adakah? Yakin, hampir 0% yang akan menjawab tidak pernah mengkonsumsi dengan media massa dalam sehari . Menurut Sardar (2008 :10),rata-rata , kita menghabiskan lebih dari 15 tahun dalam kehidupan kita untuk menonton televisi, film, video, dan membaca surat kabar dan majalah, mendengarkan radio dan berselancar di internet. Artinya , kita menghabiskan sepertiga dari hidup kita dengan membenamkan diri dalam media. Kemampuan kita berbicara, berfikir, berhubungan dengan orang lain, bahkan mimpi akan kesadaran identitas kita sendiri dibentuk oleh media. Jadi, memelajari media adalah memelajari diri kita sendiri sebagai makhluk sosial. Ah, jangan-jangan waktu berinteraksi dengan mushaf al qur’an tercinta lebih sedikit daripada berinteraksi dengan media massa! Subhanallah.
Di era teknologi informasi saat ini, rasanya akan sangat hampa hidup tanpa media massa. Menurut Cangara (2003:134), media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber ke khalayak (penerima) dengan mengunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan televisi . Lewat media massa, kita bisa mengetahui kabar saudara-saudara muslim kita di Palestine, Rohingya, Suriah dan lainnya. Kita juga tak akan tahu, proses pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jakarta atau pemenangan Muhammad Mursy di Mesir. Atau adakah juga ustadz atau ustadzah google, yang ketika akan memberi materi ke kajian atau halaqah ,searching dulu di google?

Media Literacy
Berdasarkan presentasi Bruce Friend, presiden lembaga penelitian Ipsos OTX MediaCT , 7,000 online consumers ages 13 to 74, Friend said that thanks to smartphones and laptops, people are now spending one-half of their waking days interacting with media, and have increased their media consumption by an hour per day over the last two years. Artinya selama ia tidak tidur, konsumen kini menghabiskan waktu untuk mengkonsumsi media. Ini telah melebihi waktu untuk bekerja, belajar, bahkan waktu tidurnya sendiri. Subhanallah.
Melesatnya perkembangan teknologi media informasi, harus dibarengi juga dengan kemampuan manajemen konsumsi media. Agar media tidak memberikan dampak buruk tapi justru mendatangkan banyak manfaat. Dan kemampuan ini, harus mulai diajarkan sejak dini. Kalau dapat diibaratkan, dampak buruk media seperti virus, dan dapat dicegah dengan vaksin. Meskipun kadang tetap terkena virus itu, pointnya adalah kita ada usaha untuk mencegah virus dan tentu diiringi dengan upaya menjaga kesehatan bermedia, maka diperlukanlah media literacy.
Media literacy adalah keterampilan yang perlu dimiliki oleh siapapun agar dapat mengkonsumsi media dengan kritis dan bijaksana. Ada lima konsep kunci dalam media literacy :
1. semua isi pesan media dikonstruksi / disusun dengan maksud tertentu oleh si pembuat pesan
2. pesan media disusun dengan cara dan gaya tertentu untuk menarik perhatian konsumen
3. pesan yang sama bisa dimaknai berbeda karena perbedaan latar belakang pendidikan dsb
4. media menggunakan nilainya sendiri dan ada kemungkinan mengabaikan niali orang kebanyakan.
5. pesan media dikemas sedemikian hingga si pembuat pesan mendapat profit dan kekuasan tertentu.
Media literacy dapat diwujudkan melalui pendidikan media, tujuan dari pendidikan media adalah menjadikan seseorang melekmedia(media literate). Harapannya kita yang sudah menjadi media literate, mereka bisa :
1. dapat memahami dan mengapresiasi isi pesan yang dikonsumsi
2. dapat menyeleksi isi media yang dikonsumsi
3. tidak mudah terkena dampak negative
4. dapat mengatur kapan waktu mengkonsumsi media dan membatasi jumlah jamnya
5. dapat mengambil manfaat dari isi media yang dikonsumsi

Penutup
Semakin tinggi frekuensi interaksi dengan media, maka kemampuan melekmedia menjadi semakin dibutuhkan. Di luar negeri, Amerika atau di Eropa, melekmedia sudah dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Ini merupakan upaya langsung dari pemerintah juga untuk membendung bahaya media, untuk menghindarkan anak-anak dan remaja dari bahaya yang mungkin dialami ketika berinteraksi dengan media. Sayangnya di Indonesia, usaha mewujudkan masyarakat melekmedia masih belum digarap secara seius. Upaya sporadis dibanyak tempat sudah dilakukan, tetapi belum menjadi fokus utama dalam mengantisipasi dampak buruk media, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan media secara positif.
Jangan telan mentah-mentah isi media yang kita konsumsi, Sadar atau tidak ketika sedang mengonsumsi media, kita sedang membentuk makna dan emosi kita sendiri sehingga dapat mempengaruhi pikiran dan perilaku kita sehari-hari. Baiknya kita bisa menjadi pengguna media kritis. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. Al Hujurat 6). Salam Cerdas Bermedia!

Referensi :
Cangara, Hafied. 2003. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : Rajawali Pers
Errithethird. 2010. Wow, lebih setengah hari untuk media! http://melekmedia.org/kajian/pantau-media/wow-lebih-dari-setengah-hari-untuk-media/ diakses pada 13 Agustus 14.02 WIB
Musbikin, Imam.2009.Anakku Diasuh Naruto;Positif ataukan Negatif manga/anime Naruto bagi Perkembangan Kesehatan dan Kualitas Psikologis Anak Anda?.Yogjakarta:Diva Press
Sardar, Ziauddin. 2008. Membongkar Kuasa Media. Yogyakarta: Resist Book
Brosur Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA):Pendidikan Media; Membangun Sikap Kritis Anak Dalam Menggunakan Media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s