Rindu, suatu ketika..


Suatu ketika, pernah, rindu itu begitu sabar dan bertahan lama. Berbulan-bulan menunggu suratnya datang. Membuka sampulnya dengan saksama, mendebar jantung di ceruk dada. Lalu setiap kata dinikmati berkali-kali.
Hari ini, kangen itu instan dan selalu haus tak tahu diri. Minta diisi lagi dan lagi. Setengah hari tak ada dia di laman maya, terasa selamanya. Sekali tak ada candaan atau sapaan di depan mata, kecewa memanaskan mata.
Jarak bisa mengerut dan menggembung dengan serta-merta (Tasaro GK)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s