Toleransi


Bentar lagi tanggal 25 Desember , tanggal di kalender warna merah. Kata kalender itu hari Natal. Bagi umat Nasrani , Natal dimaknai sebagai hari kelahiran Tuhan mereka, Yesus Kristus. Sebenarnya saya rada bingung, dengan Natal yang tanggal 25 Desember ini. Karena ada yang memberitahu saya bahwa  kalender masehi yang berlaku sekarang itu berdasarkan kelahiran Yesus. Berarti seharusnya Natal itu 1 Januari bukan 25 Desember. Tidak paham untuk masalah ini, tidak punya ilmu yang lebih dalam buat menjelaskan. Tentang  kapan Yesus lahir sudahlah itu urusan kaum Nasrani yang meyakini Yesus lahir sebagai juru selamat mereka.

Saya lahir dari keluarga besar yang heterogen. Alhamdulillah ayah dan mama saya seorang muslim. Tapi di keluarga Ayah ada yang Nasrani yaitu kakak kandung ayah alias pak de. Zaman masih kecil, kalau natalan saya sering ke rumah pak de. Begitu juga pak de, kalau lebaran pasti ke rumah. Pulang dari rumah beliau, pasti dikasih parcel dan angpao. Bahkan saya pernah masuk ke gereja, sekali seumur hidup. Gereja Santa Maria, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saat itu sepupu saya akan melaksanakan sakramen pernikahan. Mungkin seperti akad nikah dalam Islam.

Ada suasana yang beda ketika masuk sana. Pendetanya aneh, saya masih inget :

” Oh saudaranya pengantin perempuan ya,  nanti acaranya dimulai jam 9. sekarang masih jam setengah 9. Boleh shalat shalat dulu”

Dalam hati, ”pak, saya Islam masa disuruh shalat di gereja.?” Waktu itu saya masih sekolah dasar. Ayah saya ga masuk ke gereja. Yang masuk ke dalam gereja itu hanya bu de dan siwo saya, perempuan-perempuan yang sudah sepuh. Karena saya perempuan, jadi ikut mereka dulu lah. Nah, saya sebentar saja di dalam. Ga betaaaah. Akhirnya keluar dan main-main di TMII. Ini lebih mengasyikkan J . saya bilang ke ayah : ” Tadi masa sama pendetanya, disuruh shalat di gereja’

” Disuruh shalat di masjid sebelah kali maksudnya” kata ayah

Saya manggut-manggut dan setelah saya perhatikan. Di TMII memang rumah ibadah dibangun berdampingan.

Seiring berjalannya waktu, mulai mendalami agama Islam. Rasulullah SAW itu memang suri teladan yang baik, meskipun beliau ditentang karena mendakwahkan Islam, tapi orang-orang kafir kalau berpergian masih menitipkan barangnya ke Rasulullah SAW.  Menjelang hari Natal ini, selalu ada pertanyaan , bolehkan kita mengucapkan selamat Hari Natal? Meskipun saya sudah punya jawaban sendiri, kadang saya juga nanya lagi ke orang. Seperti beberapa hari yang lalu, saya bertanya tentang hal itu, ini jawabannya :

man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum .ucapaan itu tidak menandakan keyakinan.. sebatas ucapan. orang bnyak mengatakan kamu anjing, tapi dia bukan anjing kan.. mengucapkan hari besar, bukan berarti merubah akidah dengan meyakini cuma sekedar ucapan…berbeda jika kita meyakin bahwa itu adalah yang hak.. benar.. dan yesus adalah TUhan… dan meyakini akidah mereka saya pikir seperti hadis tadi yang saya kirim lebih awal..seseorang yang menyamakan dan menyerupan sebuah kaum kelompok ataupun umat maka dia tergolong olehnya.. man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum maka dia tergolong orang tersebut jika menyerupkannya meyakini nya. dsb.. wah panjag deh agamaa kita agama tasammuh .toleransi.

-tp klo ada yg blg gini…slmt natal itu artinya mngucapkn slmt atas klahiran yesus..jd scr tidak lgsung mngiyakan gitu

itu klo kita meyakini. orang berbeda penafsiran..klo kita meyakini bahwa itu hari kelahiran…itu sebatas analogi kan..? aliman itu fi qolbi .itu yang di sebut tasammuh. toleransi…nah bukannya rosulullah itu datang ssebagai nabi yang membawa kemudahan dan toleransi. ibnu katsir dalam mengatakan dalam kitab nya. menyebutkan sifat sifat rosulullah…. sesunggunya dia menyuruh yang baik dan melarang yang buruk. dan dia datang mebawa kemudahan dan toleransi.

-MUI menfatwakan ga boleh mngucapkan natal.nah itu gmn?

ya itu ijtihad mereka..mereka punya dalil.masing masing…, sekiranya tidak mengarah pada diri nya ke perubahan akidah kecuali…saya sndiri tidak pernah mengucapkan hri tersebut karna ga ada tujuan…berbeda dg the company, yang sepertinya ada toleran terhadap lainnya…awak perusahaan nya..klo tiba tiba kita dateng ke kawan yang nasrani trs mengatakan met natal ya..wah mungkin itu beda kali ya..tapi klo tujuannya adalah tasamuh, dengan tidak membawa embel embel lain, kecuali toleransi saya pikir islam adalah agama yang penuh toleransi dan yang bisa memberikan hidayah hanyalah Allah SWT

من كان يؤمن بالله و اليوم الأخر ترك مالا يعنيه

kita kembali ke hadis ini aja, klo memang itu bukan lah perkara yang baik maka kita tingalkan… agar kita sll terlindungidari hal hal yang syubhat….namanya ihtiyat…kehati hatian…kenapa ? karna من تشبه بقوم فهو منهم

هفع شقفهىغش غشىل يه شفشس ىثىل

itu artinya di atas  awal pembicaraan kita

barang siapa yang menyerupai suatu kaum………………#end

Poin yang saya ambil adalah kehati-hatian dan hadist itu, barang siapa menyerupai suatu kaum maka termasuk kaum tersebut. Iman itu adalah yang diucapkan dengan lisan, diyakini dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Kalau merasa ragu, tinggal kan. Apalagi ini terkait akidah. Wallahu a’lam.

*terima kasih untuk orang yang bersedia berbagi ilmu dengan saya. Saya bagikan lagi yaa… jangan marah, cukup senyum aja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s