Para Pewarna Hidup


Perempuan itu sakit parah. Terlihat tegar dan tangguh. Tak ada seorang pun yang tau dan sadar akan penyakitnya itu. Dia masih beraktivitas seperti biasa bahkan lebih dari yang dilakukan kawan-kawan seperjuangannya.

Merepotkan orang lain bukan pilihan bijak, karena disadari masih banyak urusan umat yang harus diselasikan tenimbang urusan pribadinya. Bermakna dan bermanfaat bagi orang lain itu saja yang ingin dilakukannya, seperti sabda Rasulullah SAW ” Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

Menabung investasi jangka panjang sampai ke akhirat, “amal jariyah,ilmu yang bermanfaat, doa anak yang shalih”. Just it! Dunia adalah ladang amal dan akhirat adalah masa panen🙂 PKS >>> Please Keep on Spirit ^_^

Warna-warni dunia. Kadang cerah, kadang kusam. Seperti musim yang terus berganti. Digulirkan musim, bisa merasakan keindahan alam dari berbagai suasana. Makin bersyukur atas rahmat-Nya. Someday bisa ke negara yang punya empat musim. aamiin. saljuuuuuuuuuuuuuuuuuu🙂

Paham bahkan sangat paham. Usia yang kita miliki sekarang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Ingin seperti para syuhada, yang justru merindukan kematian. Mereka mencari mati. hebat ya! subhanallah! karena memang satu dari dua kebahagiaan itu adalah bertemu dengan Rabb-nya. Selain berbuka puasa. Jalan bertemu Rabb itu adalah kematian.

Semoga selalu dihindari dari penyakit wahn-cinta dunia dan takut mati- yang menyesatkan .Perkara ketakutan pada kematian adalah perkara bekal. Kurang bekal amal yang akan dituai di akhirat. Jumlah usia tak menentukan seseorang dipanggilNya lebih dulu. maka bersiap-siagalah! Seandainya mati sesaat lagi, moga amalku cukup dan dalam kondisi iman terbaik.

Rabb… jika sampai masa ku untuk menghadapMu

jadikanlah itu husnul khotimah, akhir yang baik… happy ending

terimalah segala amalku…

ampuni ketika pernah niatnya tak lurus

Rabbi… tempatkanlah aku di sisiMu yang terbaik

Tak apa aku belum S2, belum bekerja, belum banyak karya ,belum menikah🙂 ( saya bahkan tidak berniat untuk menikah,seandainya itu bukan sunnah Rasulullah SAW.. he) tapi satu, hanya berharap orang tua bahagia dan bangga punya anak seperti ini, yang sangat merepotkan. Semoga.

Saya minta maaf lahir dan batin serta terimakasih yang tak terhingga untuk orang-orang yang telah mewarnai hidup ini.

Bapak, yang udah jadi single parent bertahun-tahun, membesarkan saya, kakak-kakak dan adik saya seorang diri. Banyak sekali merepotkan.Pangapunten. Belum bisa bikin bangga keluarga. semoga Allah Swt mencukupkan usia sampai ke titik yang membuat Bapak bangga.

Mama, hanya sembilan tahun hidup bersama. tapi sangat bermakna ma, membuat sellau menjadi juara kelas (liat aja rapor SD,he), mengantar mengaji, menyemangati sholat ” aku :mba iti belum hafal ma, bacaan sholat. kata mama : baca bismillah aja dulu di tiap gerakannya” semoga disatukan di jannahNya ya mama… miss u :-*

Saudara-saudara lelaki saya, Mas Okta ,Mas Metta dan Ade Atta. Terimakasih atas segalanya, buat perhatiannya, kesedian buat anter-jemput meskipun itu subuh-subuh buta, pulsa yang dikirimin, canda-canda kecil bahkan mungkin berantem. so memorable🙂 kadang kalian buat saya kecewa, tapi saya sadar sepenuhnya manusia ga ada yang sempurna termasuk kalian.

Ibu, pendamping bapak sekarang. terimakasih sudah merawat dan menjaga bapak. mohon maaf lahir bathin atas sikap yang tak menyenangkan.

Ikhwah fillah… saudara-saudara ku dalam tarbiyah ini. Kalian sungguh berarti , menjadikan diri seperti yang kalian lihat. Semua rasa pasti ada , bahagia, sedih, marah , kecewa. i’m just ordinary muslimah , guys🙂 assif jiiddan yo…pasti banyak amanah yang belum bisa dilakukan secara optimal. Untuk kalian semua, di TURSINA, ROSGAB,KAMMI Komsat Thoriq bin Ziyyad, KAMMI Daerah Purwokerto, BEM FISIP Unsoed, BEM Unsoed,IMIKI, Majalah Satria, Komnas Perempuan, kawan-kawan Ilmu Komunikasi Unsoed, teman-teman syuro. saya mohon maaf dan terimakasih sebesar-besarnya. Ini serius banyak banget ya kalau disebutkan satu per satu🙂

Lingkaran Pekanan inspiratif, penyemangat dan charger ruhiyah. maaf untuk ukhuwah yang belum sempurna untuk Murabbi, Mutarrabi dan kalian teman-teman satu lingkaran. Termasuk di Halaqah Quran… kapan bisa dengan benar mengucapkan makhroj ’da’ ?

Special untuk Mba Yenni, Mita, Mimit, Indah, Fifi yang udah jadi kawan bercerita, jalan-jalan, makan bareng, diskusi. Banyak salah sama kalian pasti, maaf buangeett… jazakillah buat semuanya🙂 Buat ukhuwah dan segala hal yang membuat kalian merasa direpotkan.

Sahabat terbaikku, Bayu, Eka, Nisa. Terimakasih untuk segalanya prend. Kalian memang bisa mengalihkan duniaku yang ”itu”. Hang out bareng, makan bareng.aah…kangen! Maaf banget, belum bisa jadi sahabat yang baik. Wisuda lo pada aja kagak dateng yaaa… ”dari sebuah pertemuan, gue takut dengan sebuah perpisahan guys”

dan untuk semua orang yang tak sengaja bertemu di dunia maya,di jalan, di busway , di angkot, metromini, kereta, di fisip, di bank, di masjid-masjid yang pernah di kunjungi. Dan dimanapun berada, yakin tak ada yang namanya kebetulan, semua sudah ditakdirkan Allah SWT. Qadharullah.maaf dan terimakasih.

Jazakallah bil jannah , untuk para pewarna hidup ku🙂

2 thoughts on “Para Pewarna Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s