Resume Sekolah Menulis Tasaro GK #1


Sabtu, 12 Januari 2013

sejauh mana jurnalistik bisa membantu kita menulis fiksi (terutama novel) dengan baik?

Salah satu jenis produk jurnalistik yang legendaris disebut FEATURE
feature adalah senjata pamungkan segala jenis media massa saat ini untuk merangkul pembaca, utamanya ketika pergerakan dunia pemberitaan sudah sangat gencar.
Berita langsung/stright news yang dulunya menjadi raja tergeser oleh feature yang mengakomodasi kebutuhan medi amassa harian, majalah, tabloid, berita TV dll.

apa itu FEATUREEEEEEEEEE?

Yulia Nursetyawathie Feature adalah tulisan hasil reportase (peliputan) mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi, mendidik, menghibur, meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca. (LeSPI, 1999-2000).

Istilah gampanganya: Feature is tulisan khas…di dalamnya, penulis memasukkan unsur human interest: apa pun yang membuat pembaca tertaawa, menangis, sedih, tersenyum, dan semua prasaan emosi.
Yulia Nursetyawathie menggugah empati pembaca intinya

Nah, sudah kebayang yah….”kerjaan” novel itu kan menggugah emosi pembaca. Membuat pembaca tertawa, menangis, bersedih, terharu, dll….menarik emosi meraka ke luar dari dadanya….
Feature dan Fiksi (baca: Novel) memiliki kemiripan. Sama-sama “bekerja” untuk menarik emosi pembaca.
Bedanyaaaaaaaaaaa…….feature berbahan data faktual dieksekusi menjadi produk faktual.
Sedangkan novel dieksekusi menjadi produk fiktif

sekarang ke pertanyaan Wendy Fermana. Bagaimana mengesekusi data menjadi produk yang naratif dalam novel?

teori #5 plus1 berdasar pada potensi yang dimiliki manusia sedunia: panca indera. Boleh disebutkan, apa saja 5 indera yang kita punya?

APA SAJA 5 INDERA YANG DIMILIKI MANUSIA?

PENDENGARAN
PENGLIHATAN
PENCIUMAN
PERABA
PERASA

siapa yang ketika baca AAC, merasakan panas Mesir, debu padang pasir di hidung, suasana Al Azhar?
kerasa ya? seolah olah kulit kita merasakan panasnya Mesir, telinga kita mendengar hiruk pikuk Al Azhar, hidung kita menghirup debu padang pasir.

Apa sebabnya?

SEBAAAAAAAAAABNYAAAAAAAAAAA
sang penulis, Kang Abik…melakukan penginderaan lewat kata-kata.
Kang Abik melakukan penginderaan terhadap objek lalu menyampaikan penginderaannya kepada pembaca….lewat kata-kata….
kita akan belajar mengindera malam ini, Sob!

PERTAMAAAAAAAAAAA!
kita akan melatih indera penglihatan kita….

Semuaanyaaaaaaa!!!!!!!!!! tolong perhatikan apa pun benda yang ada di sekelilingnya….buat daftarnya…gak usah diapa-apain. tulis mentahnya saja. Lihat gelas…tulis gelas…lihat kopi…tulis kopi…MULAI!

Minie Kholik Kipas angin, buku, gelas, dispenser, dompet, jam dinding, kalender, tas, laptop, parfum, sapu, sepatu, helm, tisu, tasbih, mukena, sajadah, bantal selimut, kasur, cermin, kacamata, gunting, baju.

PERTANYAANNYA!

Kalau daftar yang teman-teman buat tadi ditulis di FB, kemudian dibaca teman-teman yang lain. KIRA-KIRA! apakah teman yang baca paham…penulis ini ngasih gambaran apaaaaaaaaaaaaaaa?
apakah daftar barang “mentah” tadi sudah cukup memberi gambaran kepada pembaca kita MAU NERAINGIN APAAAAAAAAA?
AYOOO…..BISAKAN PEMBACA NGERTI APA MAKSUD KITA? MENGERTI KONDISI APA YANG SEDANG KITA GAMBARKAN?

BAIKKK…kita simpulkan, data mentah tadi cuma memberi tahu pembaca kita daftar nama benda saja, TIDAK BISA memberi gambaran keadaan, tidak bisa memberi SUASANA kepada pembacar.

Hairi Yanti misal jawaban ini kalender,speaker,penggaris,bolepen,modem,laptop –> bisa letaknya di kamar atau di perpustakaan. Belum jelas sih… kan semuanya bisa ada di mana gitu. Di mobil juga bisa, di kereta juga bisa..

NAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!
pekerjaan penulis adalah….mengindera daftar barang tadi lewat PENGLIHATAN…. dan memilih bahasa dan kata paling mendekati, agar pembaca SEOLAH-OLAH…memakain PENGLIHATAN mereka…untuk melihat objek yang sama.

jadi….kita belajar mengindera dengan PENGLIHATAN kita…supaya pembaca seolah-olah MELIHAT objek yang sama

itu tidak cukup dengan mengatakan BUKU, PULPEN, LAPTOP, MEJA, KURSI
BUKU? BUKU YANG GIMANA?
PUPLEN? PULPEN YANG GIMANA?
LEMARI? LEMARI YANG KAYAK APA?

disinilah fungsi SHOW! not TELL! Berlaku
karena senjata penulis adalah kata-kata, kita haruuuuus…………harrrrrrrrrrrrrrruuuuuuuuuuuuuus
mampu menggambarkan objek yang kita maksudkan, bukan sekadar “MENGATAKAN” kepada pembaca

Dhani Pratiknyo berarti kita harus detil dalam menuliskan sesuatu, semakin detil semakin lengkap informasi yang diterima pembaca..

MISALKAN
TELL: MENGATAKAN: kursi
SHOW: MEMPERLIHATKAN: kursi berbentuk segitiga dengan tiga kaki sepanjang lengan orang dewasa.
Bisa dimengertiiiiiiiiiiiiiiiiiii?

Dhani Pratiknyo kursi malas yang sarung penutupnya berwarna pudar dengan coretan di sana sini…
MANTAAAAAAAAAAAAAAAAAP….Pintar semua…besok UJIAN

bab PENGLIHATAN sudah selesai…..

skrang, kita membahas indera anugerah Allah yang kedua: PENDENGARAN…

Semua punya PENDENGARAN yang baik, kan?? CLASS?
teman2, kita sering kagum dengan kemampuan penulis yang menggambarkan “kebisingan” adegan….seolah-olah kita ada di dalamnya, dan mendengarnya langsung

SEBENARNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
sederhana sajoooooooooooooooooooooooooooooooooooooo….Penulis “hanya” melakukan penginderaan dengan menggunaaan PENDENGARANNYA>

penulis menyeolah-olahkan dirinya ada dalam suasana tersebut. CONTOHNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA: adegan perang dalam GAJAH MADA Mas Langit Krisna Hariyadi.
Membayangkan betul-betul, berimajinasi…suara apa yang dia dengar jika dia ada dalam perang tersebut
LALUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
dia memberi tahu pembaca…lewat kata-kata.

TUGAS teman-teman sekarang…. PEJAMKAN MATA….

nah, selama memejamkan Mata, pisahkan semua suara….identifikasi…TULISKANNNNNNNNNNNNNNNNN!

HAYOOOOOOOOOOOOOOO yang udah MEMEJAM, udah memisahkan suara-suara…..BIKIN DAFTAR…. SUARA APA SAJA YANG TADI DIDENGAR>

Hairi Yanti ada suara deru motor di kejauhan, kipas angin yang berputar dan tet tet dari BB

Retno Murdiatri Effendi dengungan mesin komputer, sayup – sayup suara tv diluar kamar, suara ibu yang sedang makan dan kucing yang mengeong dekat ibu minta makan, diluar sesekali terdengar suara motor lewat

kalo kita kasih tahu pembaca hanya dengan menulis DAFTAR suara yang kita dengar….itu tidak akan memberi SUASANA….RASA

NAH! karena daftar apa yang kita dengar TIDAK CUKUP memberi suasana maka, kita harus…kudu…..menggambarkan: SHOWING lewat kata-kata.

kalo di atas kan PENGLIHATAN…sekarang PENDENGARAN
sama jurusnya, beda objeknya

di atas APA YANG KITA LIHAT
sekarang APA YANG KITA DENGAR
lebih susah…karena kita harus menggunakan PENGADAIAN.

Oke….contoh

bunyi kendaraan Kang Rafif Amir Ahnaf diumpakan seperti bunyi dengung lebah….misalkan.

Dhani Pratiknyo oh, berarti menganalogikan suara yang kita dengar dengan sesuatu yang akrab bagi pembaca ya?

Okey ya….buat ANALOGI: perumpamaan yang mendekati apa yang kita dengar dan akrab dengan pembaca.
OKAY…yang punya daftar suara yang didengar, sekarang bikin perumpaan. SUARA MOTOR seperti apa? Suara kipas angin kayak apa? suara burung kayak apa?

CONTOH LAGI

suara terompet SEPERTI bayi menjerit

Dhani Pratiknyo suara motoir sepetrti suara mesin parut kelapa, suara kipas seperti bisikan halus ibu menidurkan bayinya, suara burung seperti celoteh seorang gadis cerewet….

CLASS! luar biasa ini kelas…alhamdulillah. Sudah satu jam lebih ya..baru dua indera: PENGLIHATAN dan PENDENGARAN
Untuk kelas minggu depan, pada jam yang saya coba cari format yang lebih baik. Agar tidak pontang-panting. RUAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRR biasa teman-teman semua.
.baik teman-teman… Trimakasiiiiiiiiiiiiiih banget udah datang…kelas kita tutup malam ini, sampai ketemu Minggu depan, insyaALLAh…BERDOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA MULAI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s