Ayahku (bukan) Pembohong


“Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat”

” Hidup dangan kebahagiaan sejati yang berasal dari hati kita sendiri. Hati yang lapang, hati yang dalam, dan hati yang selalu bening, seperti danau yang bermata air, yang akan tetap bening meski ada yang menusuk dasarnya atau ada air keruh yang tercampur didalamnya..”

” Kebahagiaan sejati bukan berasal dari luar, bukan dari harta benda, ketenaran apalagi kekuasaan. Tidak peduli seberapa jahat dan merusak sekitar kita, tidak peduli seberapa banyak parit menggelontorkan air keruh, ketika kau memeiliki mata air sendiri dalam hati, dengan cepat danau itu akan bening kembali…”

“Penjajah itu tidak tahu kekuatan bersabar. Kekuatan ini bahkan lebih besar dibandingkan peledak berhulu nuklir. Alam semesta selalu bersama orang-orang yang sabar.”

“Mereka siap dengan kekalahan, sama siapnya menyambut hari kemenangan.”

“Apa kata pepatah, hidup harus terus berlanjut, tak peduli seberapa menyakitkan atau seberapa membahagiakan, biarkan waktu yang menjadi obat.”

“Mereka menjalani hidup dgn sebenar-benarnya hidup itu harus dijalani, mengalir apa adanya.”

2 thoughts on “Ayahku (bukan) Pembohong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s