Ujian itu bernama penantian


Penantian adalah satu ujian | tetapkanlahku slalu dalam harapan | karena keimanan tak hanya diucapkan | adalah ketabahan menghadapi cobaan | sabarkanlahku menanti pasangan hati | tuluskan kusambut sepenuh jiwa ini | didalam asa diri menjemput berkahMu | tibalah izinMu atas harapan ini | Rabbi teguhkanlahku di penantian ini | berikanlah cahaya terangMu selalu| Rabbi doa dan upaya hambaMu ini | hanyalah bersandar semata kepadaMu |  Rabbi ridhoilah penantianku ini |hadirkanlah kententraman didalam hati | Rabbi hanya padaMu doaku ini Duhai tempat mengadu segala resah diri (Seismic-Penantian)

Ini tentang penantian, menanti seseorang yang akan menjadi partner berjuang bersama. Membangun peradaban Islam bersama , saling menyemangati untuk melejitkan potensi dan mewujudkan passion hidup. Aneh, kenapa ketika membicarakan penyempurnaan dien ini dianggap tabu? kadang dicela “lagi galau”. Naif. Lho, emang sudah pantas kan untuk membicarakan ini? dan penting. Membina keluarga muslim merupakan merupakan langkah peradaban atau sering dikenal dengan maratibul amal . Sekadar mengingatkan , tujuh langkah peradaban :

1.Ishlahul fardi wa i’dad ar rijal (memperbaiki individu)

2. Binaul Usrah muslimah (membangun keluarga muslim)

3. Irsyadul mujtama’ (membimbing masyarakat)

4. Ishlahul hukumah wa iqamatud daulah ala asasil Islam (memperbaiki pemerintahan dan membangun negara Islami)

5.i’datul khilafah (mengembalikan khilafah)

6.tahqisus siyadah (merealisasikan kepemimpinan Islam)

7. I’lanu ustadiyatul ‘alam (mendeklarasikan Islam sebagai guru peradaban alam semesta)

Yups…penting untuk share tentang membangun keluarga muslim. Tapi ingat, ini sebagai bekal. tidak sehat juga kalau diskusi bahas tentang ini terus. Kalau sudah siap, laksanakan !

Betapa merasakan , ujian bernama penantian ini. Apalagi untuk diri yang berusaha menjaga diri dan hati untuk seseorang dan di saat yang tepat. yang dipertemukan dengan Billah,Lillah dan Ilallah. “Bersatu dalam taat di jalanMU” . Beraaaaaaaaaaaaattt *sigh

Iya , sadar sekali sudah saatnya untuk menggenap dien ini. Kata Ustadzah Herlini Amran ” Salah satu tanda perempuan siap menikah itu, sudah ada yang melamar”. Tanda itu sudah datang padaku. Sayangnya yang datang, not my type . Pasangan yang sesuaikan seharusnya. Bukan mereka yang telah datang. Maaf, saya punya visi besar dalam hidup dan sepertinya tidak bisa diwujudkan dengan orang seperti itu.

Ada yang menerima penolakan itu, ada juga yang masih saja berusaha untuk menyakinkan diri ini. Bahwa dia terbaik dan pantas untuk menjadi pendamping hidup saya. Mulai dengan kata-kata romantis sampai sedikit ejekan lewat pesan singkat ke hape saya.

Sikap terhadap lelaki iseng seperti menhadapi orang kafir, tegas! kirim lewat pesan singkat dengan nada baik sudah, dengan nada keras sudah tapi masih tidak kapok juga. finally ,dibiarkan. Tidak ada lelahnya dari zaman friendster sampai zaman twitter, selalu menghantui..aaaarrrrgggh!!!

Entahlah apa yang membuat dia bersikap seperti itu,sikapnya itu over menurut saya. Mengganggu. Jadi bercermin dan merenung pada diri sendiri, apa selama ini interaksi saya dengan lawan jenis terlalu cair ? Jujur, saya justru sedih bukan GR , ketika mendapat pesan singkat yang isinya romantis dari seseorang yang belum halal itu. Mengotori hati dan merasa tak dihargai sebagai perempuan😥

Penantian ini sebuah ujian. Isi dengan keimanan dan ketaqwaan, karena jawaban dari istikharah kita adalah akumulasi dari keimanan dan ketaqwaan kita saat ini. Bersabarlah duhai diri…menanti pasangan hati yang sesuai. yang bla bla bla😀. Jaga hati, jaga diri.  wallahu a’lam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s