Flashback : Akhwat Baru Ghiroh


Flashback beberapa tahun lalu, masih berseragam putih abu-abu. Masa SMA (Sekolah Menengah Atas), katanya lagu, tiada masa paling indah masa-masa sekolah, tiada kisah paling indah,kisah kasih di sekolah😀 Yups, usia segini adalah masa pencarian jati diri, mau jadi apa gue? apa yang gue cari dihidup ini? Sebenarnya sampai sekarang juga masih memaknai hakikat hidup, never ending learning!

Tepatnya kapan pertemuan itu, pertemuan dengan orang-orang hebat. Pertemuan dengan orang yang mempertemukan jalan yang hanif. Lupa. Berkumpul dengan orang-orang yang semangat memperbaiki diri, tak hanya bermanfaat untuk diri mereka sendiri tetapi untuk orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

Di sekolah yang notabenenya swasta dan pemilik yayasannya berbeda keyakinan dengan masyoritas masyarakat Indonesia, menjadi wajar kalau tak ada wadah atau  kegiatan ‘wah’  ke-Islam-an. Aktivitas di sekolah, hanya belajar, belajar dan belajar dari Senin sampai Jumat dari jam 07.00 WIB – 17.00 WIB.  Ada memang ekstrakulikuler, hanya marching band, tapi diri ini merasa tidak nyaman ketika berada disana.

Masjid Al Muhajirin dan An Nahl , di kompleks perumahan sekitar sekolah menjadi saksi  segala aktivitas dan perubahan diri. Hey, disini aku menjadi ABG (Akhwat Baru Ghiroh) . Rutin liqo’ pekanan tiap sore pulang sekolah, yang bikin aku dan teman-teman selingkaran jadi pulang lembur sampai ba’da isya tapi rasanya sangat nikmat. Manis sekali liqo’ saat itu, aku rindu. Kakak-kakak Murobbiyah yang bersemangat membina, ikhlas membimbing kami. Mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan ilmu. Bahkan pernah di’pegang’ oleh MR, yang sudah memiliki dua balita dan sedang hamil. Kadang bertanya dalam diri, bisa tidak seistiqomah kakak nanti? sudah menikah, memiliki keluarga dan masih semangat mentrasfer ilmu dan kebaikan. Masya Allah, semoga Allah senantiasa melimpahkan kebaikan dan keberkahan kepada para Murobbiyah yang telah  membentuk diri ini.

Keterbatasan ruang gerak justru membuat semangat untuk terus berkarya. Lewat Pengajian Bulanan (PB) dan Daurah Rekruitment, belajar mengorganisir kegiatan. Mengkonsep acara, mencari dana, menghubungi pembicara, mencari tempat, memobilisasi peserta, mempersiapkan perlengkapan dan konsumsi serta semua keperluan lainnya. Tak terlupakan, berkesan sekali. Allah membuktikan, bahwa selalu ada jalan untuk melakukan kebaikan. Sekali pernah, acara daurah H-1 kekurangan dana sekian juta. Bismillah saja dan nashrullah, selesai acara justru surplus. Doa, keyakinan dan ikhtiar😀

Masa ketika ABG ini, juga membawa aku pada pengalam pertama ikut aksi alias demo, munasharah Palestina tepatnya. Sebelumnya hanya lihat di tivi, dan selalu berpikir, bagaimana orang sebanyak itu berkumpul di Bundaran HI lalu rela long march ke Kedubes AS atau yang lainnya? Dalam hati berkata ingin merasakan berada di barisan itu, sepertinya akan ada semangat dan aura tersendiri. Finally, sehabis PB sekitar jam 1 siang waktu Jakarta, Allah memperkenankan ikut Munasharah Palestina. Its first time. Masya Allah, takjub !

Istilah dan sikap aneh

Mulai kenal dengan istilah-istilah dan sikap yang awalnya aneh , tapi kemudian terbiasa. Biasanya mulai memahaminya dari MR ; radio islam, radio dakta 107 fm, jadi inspirasi dan enambah wawasan keislaman aku ; majalah Annida, majalah yang dulu punya slogan “Cerdas, Gaul,Syar’i ” benar terasa berperan dalam proses pembentukan diri ini, tapi majalah ini sekarang lebih intens di digital. Thanks a lots , jazakumullah😀

Percakapan menggunakan bahasa Arab sederhana mulai terbiasa, sederhana saja, seperti :

Ikhwan : Laki-laki

Akhwat : Perempuan

Ana : Saya

Antum : Kamu laki-laki

Anti : Kamu perempuan

Akhi : Saudara laki-laki

Ukhti : Saudara perempuan

Afwan : Maaf

Syukran : Terimakasih

Jazakallah : semoga Allah membalas yang lebih baik, biasanya diiringi sesudah syukran (untuk laki-laki)

Jazakillah : idem, untuk perempuan

Barakallah : ucapan selamat

Syura : Rapat

Daurah : Pelatihan

Beberapa kosakata ini didapat bukan di bangku kursus, tapi aktivitas interaksi keseharian saja. Seiring berjalannya waktu, semakin sering baca, interaksi, daurah, kajian, bertambah juga kosakatanya. Mulai teriasa dengan syura di balik hijab, berbicara dengan partner rapat yang berlainan jenis kelamin tanpa melihatnya karena dibatasi kain tirai atau papan. Mulai terbiasa dengan berbicara menunduk atau melihat ke arah lain, ketika berbicara dengan ikhwan, ghadul bashar (menundukkan pandangan). Mulai semangat mengikuti kajian ; mabit (malam bina iman dan takwa) semoga benar-benar bisa mabit di Mina, aamiin ; i’tikaf ketika ramadhan ; dan yang terpenting mulai terbiasa dengan berhijab syar’i, berjilbab yang menutupi dada, tidak menerawang, pakai celana panjang kemudian didobel dengan rok dan yang tidak kalah penting, pakai kaos kaki, hanya muka dan telapak tangan kan yang diboleh kan?😀

Entah apa yang menggerakan untuk mengetik tuts laptop dan merangkai cerita tentang masa Akhwat Baru Ghiroh (ABG), mungkin sedang rindu masa-masa itu. Rindu suasana seperti dulu, rindu manisnya ukhuwah, rindu semangat belajar, rindu menempa diri terus untuk lebih baik. Bisa jadi sedang merasakan grafik penurunan ghiroh😥 Mengingat kembali agar bisa kembali ghiroh. Agar bisa menjadi The Kaffah Women (TKW) , iya karena perempuan jadi TKW kalau laki-laki The Kaffah Ikhwan (TKI). Mengingat kembali apa yang bisa membuat diri , se-ghiroh itu? sesemangat itu? Mungkin terlalu lalai dengan dunia, dengan lagu-lagu ter-update, dengan facebook, twitter.Ah, Innalillah !😥

Hayyuuuukkk fit, tempa diri lagi jadi lebih, lebih dan lebih  baik lagi. Perkuat amal yaumi!  Astagfirullah jangan sampai MBA (Manajemen By Afwan) untuk sebuah perjuangan jadi lebih baik , untuk semangat meraih masa depan cemerlang. Semoga cemerlang untuk diri, keluarga, masyarakat, agama dan bangsa. Gotttchaaaa! ^_^

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s